Peranan Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Pteridophyta adalah tumbuhan vaskular primitif, umumnya dikenal sebagai pakis. Tidak seperti tanaman vaskular lainnya, siklus hidup tumbuhan paku dibagi antara gametofit yang hidup bebas dan fase sporofit. Gametofit umumnya sederhana dalam struktur, yang mengandung telur yang diproduksi Arkegonium dan sperma yang diproduksi antheridium.

Fase sporofit secara struktural lebih kompleks dalam hal ini memiliki akar yang sangat khusus, batang dan sistem pembuluh angkut serta sporangia di mana spora akan dihasilkan. Pakis adalah salah satu tumbuhan vaskular pertama yang berhasil menginvasi habitat darat. Mereka menyebarkanspora dan dianggap lebih primitif dibandingkan tanaman biji.

Peranan Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku banyak ragamnya. Banyak diantaranya yang mempunyai bentuk yang menarik sehingga bagus untuk dijadikan sebagai tanaman hias. Selain sebagai tanaman hias, paku dapat pula dimanfaatkan sebagai sayuran berupa pucuk-pucuk paku. Dari segi obat-obatan tradisional, paku pun tidak luput dari kehidupan manusia.

Ada jenis-jenis yang daunnya dipakai untuk ramuan obat, ada pula yang rhizomanya. Batang paku yang tumbuh baik dan yang sudah keras, diperuntukkan untuk berbagai keperluan. Tidak jarang sebagai tiang rumah, paku dipakai untuk pengganti kayu, batang paku diukir untuk dijadikan patung-patung yang dapat ditempatkan di taman.

Kadang-kadang dipotong-potong untuk tempat bunga, misalnya tanaman anggrek (Sastrapradja dan Afriastini, 1979). Sejak dulu tumbuhan paku telah dimanfaatkan oleh manusia terutama sebagai bahan makanan (sayuran). Dewasa ini pemanfaatannya berkembang sebagai material baku untuk pembuatan kerajinan tangan, pupuk organik dan tumbuhan obat (Amoroso, 1990).

Nilai ekonomi tumbuhan paku terutama terletak pada keindahannya dan sebagai tanaman hortikultura beberapa jenis Lycopodinae yang suka panas digunakan sebagai tanaman hias dalam pot, dan paku kawat yang merayap yang digunakan dalam pembuatan karangan bunga, sedang sporanya kecil-kecil yang mudah terbakar karena kandungannya akan minyak, sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan kilat panggung (Polunin, 1990).

Pteridophyta sebagai tanaman hias
Pteridophyta sebagai tanaman hias atau sebagai obat

Banyak tumbuhan paku memiliki manfaat dan peranan penting dalam kehidupan manusia, antara lain :

  1. Tanaman hias : Adiantum (suplir), Platycerium (paku tanduk rusa), Asplenium (paku sarang burung), Nephrolepis, Alsophoila (paku tiang) dan lainnya.
  2. Bahan obat : Equisetum (paku ekor kuda) untuk antidiuretik (lancar seni), Cyclophorus , untuk obat pusing dan obat luar, Dryopteris untuk obat cacing pita, Platycerium bifurcata untuk obat tetes telinga luar, dan Lycopodium untuk antidiuretik dan pencahar lemah dari sporanya.Equisetum paku ekor kuda
  3. Bahan sayuran : Marsilea (semanggi), Pteridium aquilinum (paku garuda), dan lain-lain.
  4. Kesuburan tanah : Azolla pinnata, karena mampu bersimbiosis dengan Anabaena (alga biru) sehingga dapat mengikat unsur nitrogen dari udara.
  5. Gulma pertanian : Salvinia natans (kayambang), pengganggu tanaman padi

Related Posts

This Post Has One Comment

  1. tumbuhan paku memang unik. awalnya sering dijadikan obat, tetapi karena banyak yang memiliki bentuk yang unik dan bagus sering dijadikan juga sebagai tanaman hias.

Comments are closed.