Sistem Peredaran Darah pada Serangga (Insecta) lengkap gambar

Peredaran Darah Pada Serangga Beserta Gambarnya – Sebelum menyimak tentang tentang Sistem Peredaran Darah pada Serangga ada beberapa hal yang menarik dari insecta seperti berikut ini. Jumlah spesies serangga diyakini antara enam sampai sepuluh juta.  Tubuh insecta memiliki tiga bagian, thorax, perut dan kepala. Serangga memiliki dua antena. Serangga memiliki tiga pasang kaki. Beberapa serangga, seperti anggang-anggang (striders air), yang mampu berjalan di permukaan air.

Serangga merupakan hewan yang termasuk dalam jenis veretebrata. Akan tetapi dalam hal sistem peredaran darah serangga sangat berbeda dengan hewan vertebrata atau hewan mamalia lainnya. Organ peredaran darah yang dimiliki serangga terdiri dari jantung dan arteri. Jantung yang dimiliki serangga berbentuk tabung dan memanjang. Dalam jantung serangga terdapat gelembung-gelembung pembuluh darah. Pembuluh darah tersebutlah yang membawa hemofilimfa keseluruh bagian tubuh serangga. Sementara hemofilimfa itu sendiri adalah cairan yang terdiri atas darah dan interstisial. Uraian selanjutnya akan dibahas mengenai Peredaran Darah Pada Serangga Beserta Gambarnya.

Serangga, seperti semua arthropoda lainnya, memiliki sistem peredaran darah terbuka yang berbeda dalam struktur dan fungsinya dari sistem sirkulasi tertutup yang ditemukan pada manusia dan vertebrata lainnya. Dalam sistem tertutup, darah selalu terkandung dalam pembuluh darah (arteri, vena, kapiler, atau jantung itu sendiri). Dalam peredaran darah terbuka, darah (biasanya disebut hemolymph) menghabiskan banyak waktunya mengalir bebas di dalam rongga-rongga tubuh di mana ia melakukan kontak langsung dengan semua jaringan dan organ internal.

Sistem Peredaran Darah pada Serangga

Sistem peredaran darah pada serangga adalah sistem peredaran darah yang terbuka. Artinya, darah yang mengalir di dalam tubuh tidak selalu melalui sistem pembuluh. Sistem peredaran darah terbuka ini, biasanya terdapat pada hewan-hewan Arthropoda dan Mollusca.

Pada serangga, darah berada dalam rongga tubuh. Oleh karena itu, organ-organ tubuh dalam rongga tubuh terendam dan langsung berhubungan dengan darah. Dalam plasma darah serangga terkandung hemosianin. Hemosianin berperan seperti hemoglobin dalam darah manusia, yaitu mengikat oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Jantung pada Arthropoda, belum berbentuk jantung seperti pada hewan lain. Jantung hanya berupa tabung yang memiliki dinding otot yang tebal sehingga mampu berkontraksi. Jantung seperti ini disebut jantung pembuluh. Pada serangga, jantung pembuluh yang berada di bagian belakang tubuh, sejajar dengan punggung. Jantung tersebut berhubungan langsung dengan aorta yang berada di tubuh bagian depan.

Sistem Peredaran Darah pada Serangga

Belalang mempunyai sistem peredaran darah terbuka dengan jantung berupa jantung pembuluh.

Ketika jantung pembuluh berdenyut, darah terpompa ke aorta di tubuh bagian depan, lalu memasuki rongga tubuh. Antara aorta dan jantung pembuluh sudah dibatasi oleh klep yang berfungsi mencegah aliran balik ketika jantung berelaksasi. Jantung pembuluh memiliki pori halus. Melalui pori halus tersebut, darah dari rongga tubuh memasuki jantung untuk dipompa kembali ke seluruh tubuh.

Selain sebagai penyebar nutrisi nyatanya hemolimfa juga memiliki fungsi lainnya, yaitu:

  • Berfungsi sebagai sarana yang dipakai untuk mentransfer panas
  • Termasuk bagian dari organ pelindung
  • Dapat juga berfungsi sebagai pelumas
  • Berperan dan berfungsi sebagai mediaum hidraulik

Alat Peredaran Darah pada Serangga

Tabung dibagian dorsal atau punggung serangga adalah komponen struktural utama dari sistem peredaran serangga. Tabung ini berjalan memanjang melalui toraks dan abdomen, di sepanjang bagian dalam dinding tubuh dorsal. Pada sebagian besar serangga, ini adalah struktur membran yang rapuh yang mengumpulkan hemolimfa di perut dan membawanya ke kepala.

Sistem Peredaran Darah pada Serangga
Gambar skema Sistem Peredaran Darah pada Serangga

Di perut (abdomen) serangga, pembuluh dorsal disebut jantung. Ini dibagi secara segmental menjadi ruang-ruang yang dipisahkan oleh katup (ostia) untuk memastikan aliran hemolimfa satu arah. Sepasang otot alary melekat secara lateral pada dinding masing-masing bilik. Kontraksi peristaltik otot-otot ini memaksa hemolimf maju dari ruang ke ruang. Selama setiap fase diastolik (relaksasi), ostia terbuka untuk memungkinkan masuknya hemolimf dari rongga tubuh. Laju kontraksi jantung bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya – biasanya dalam kisaran 30 hingga 200 denyut per menit. Angka ini cenderung turun ketika suhu lingkungan turun dan naik ketika suhu (atau tingkat aktivitas serangga) meningkat.

Di depan jantung serangga, pembuluh dorsal tidak memiliki katup atau otot. Ini adalah tabung sederhana (disebut aorta) yang terus maju ke kepala dan bermuara di dekat otak. Hemolimfa memandikan organ-organ dan otot-otot kepala ketika ia muncul dari aorta, dan kemudian secara serampangan meresap kembali ke saluran pencernaan dan melalui tubuh sampai mencapai perut dan masuk kembali ke jantung.

Untuk memperlancar sistem peredaran darah serangga, hemolimfa, rongga tubuh dibagi menjadi tiga kompartemen (disebut sinus darah) oleh dua lembaran tipis otot dan / atau membran yang dikenal sebagai diafragma dorsal dan ventral. Diafragma dorsar dibentuk oleh otot-otot jantung dan struktur terkait; itu memisahkan sinus perikardial dari sinus perivisceral. Diafragma ventral biasanya menutupi tali saraf; itu memisahkan sinus perivisceral dari sinus perineural.

Pada beberapa serangga, organ pulsatil terletak di dekat pangkal sayap atau kaki. “Pompa” berotot ini biasanya tidak berkontraksi secara teratur, tetapi mereka bekerja bersamaan dengan gerakan tubuh tertentu untuk memaksa hemolimf keluar ke ekstremitas.

Komponen hemolimfa serangga

Sekitar 90% dari hemolimfa serangga adalah plasma: cairan berair – biasanya bening, tetapi terkadang berwarna kehijauan atau kekuningan. Dibandingkan dengan darah vertebrata, ia mengandung konsentrasi asam amino, protein, gula, dan ion anorganik yang relatif tinggi. Serangga musim dingin sering menyita cukup ribulosa, trehalosa, atau gliserol dalam plasma untuk mencegahnya membeku selama musim dingin yang paling dingin.

Sisa 10% volume hemolimfa terdiri dari berbagai jenis sel (secara kolektif dikenal sebagai hemosit); mereka terlibat dalam reaksi pembekuan, fagositosis, dan / atau enkapsulasi benda asing. Kepadatan hemosit serangga dapat berfluktuasi dari kurang dari 25.000 menjadi lebih dari 100.000 per milimeter kubik, tetapi ini secara signifikan lebih kecil dari 5 juta sel darah merah, 300.000 platelet, dan 7000 sel darah putih yang ditemukan dalam volume darah manusia yang sama. Dengan pengecualian beberapa pengusir hama air, hemolymph serangga TIDAK mengandung hemoglobin (atau sel darah merah). Oksigen dikirim oleh sistem trakea, bukan sistem peredaran darah.

Fungsi Sistem peredaran darah pada serangga:

Sistem peredaran darah serangga berfungsi untuk pergerakan nutrisi, garam, hormon, dan sisa metabolisme di seluruh tubuh serangga. Selain itu, ia memainkan beberapa peran penting dalam pertahanan: ia menyegel luka melalui reaksi pembekuan, ia merangkum dan menghancurkan parasit internal atau penyerbu lainnya, dan pada beberapa spesies, ia menghasilkan (atau menyita) senyawa tidak menyenangkan yang memberikan tingkat perlindungan terhadap predator.

Sifat hidrolik (cair) darah serangga juga penting. Tekanan hidrostatik yang dihasilkan secara internal oleh kontraksi otot serangga digunakan untuk memfasilitasi penetasan, pergantian kulit, ekspansi tubuh dan sayap setelah pergantian bulu, gerakan fisik (terutama pada larva bertubuh lunak), reproduksi (misalnya inseminasi dan oviposisi), dan evaginasi jenis kelenjar eksokrin tertentu.

Pada beberapa serangga, darah membantu dalam termoregulasi: dapat membantu mendinginkan tubuh dengan melakukan panas berlebih dari otot-otot penerbangan aktif atau dapat menghangatkan tubuh dengan mengumpulkan dan mengedarkan panas yang diserap sambil berjemur di bawah sinar matahari.

Tahukah anda?

Tahukah anda bahwa serangga memiliki warna darah yang tidak biasa. Darah yang dimiliki hewan vertebrata ini memiliki warna yang bening. Hal ini disebabkan darah pada serangga tidak memiliki kandungan haemoglobin yang berperan dalam mengikat oksigen sehingga warna darah pada hewan serangga berwarna bening. Dalam hal sirkulasi oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh serangga memakai organ yang disebut trakea. Trakea ini merupakan salah satu sistem utama yang terdapat dalam tubuh serangga. Uraian selanjutnya akan dibahas mengenai morfologi serangga yang perlu untuk diketahui.

Lebah, rayap dan semut hidup dalam koloni sosial terorganisasi dengan baik. Hanya jangkrik jantan yang dapat berkicau. Insecta berdarah dingin. Ulat sutra yang digunakan sebagai produsen utama sutra. Kebanyakan serangga menetas dari telur. Beberapa jangkrik bisa membuat suara hampir 120 desibel. Siklus hidup nyamuk memiliki empat tahap, telur, larva, pupa dan dewasa.

Nyamuk betina minum darah dalam rangka untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi telur. Laba-laba bukan serangga. Lebah ditemukan di setiap benua kecuali Antartika. Semut meninggalkan jejak dan berkomunikasi satu sama lain sebagai feromon menggunakan sinyal kimia.

Morfologi pada Serangga

Serangga tiga bagian utama dalam tubuhnya yang terdiri atas kepala, dada dan perut. Ketiga bagian tersebut yang membentuk tubuh serangga selain dari banyaknya kaki dan beberapa sayap yang dimilikinya. Penjelasan rincinya adalah sebagai berikut:

1. Kepala

Umumnya kepala serangga memiliki bentuk kotak dengan adanya mulut, mata dan juga antenna. Terdapat sekitar tiga hingga tujuh ruas yang ada pada kepaala serangga yang berfungsi sebagai pengumpul makanan, penerimaa rangsang, serta memproses semua informasi di otak. Beberapa ilmuwan telah memberikan kategori pada kepala serangga yang didasarkan pada beberapa tipe seagai berikut.

  • Hypognatus, merupakan posisi mulut yang mengarah ke bawah dengan posisi tungkai.
  • Prognatus, adalah posisi bagian mulut yang mengarah ke depan, umumnya terdapat pada serangga jenis pemangsa.
  • Opistognatus, jenis ketiga dilihat dari posisi mulut yang mengarah ke belakang yang terletak diaantara sela-sela tungkai.

2. Antenna

Antenna yang dimiliki serangga berfungsi sebagai penerima rangsanyan yang ada di lingkungan sekitarnya. Rangsangan tersebut meliputi suhu, bau ataupun rasa. Antena yang ada pada serangga terdiri dari tiga ruas.

3. Mata

Terdapat dua jenis mata yang dimiliki serangga dewasa, mata majemuk dan mata tunggal. Mata maajemuk tersusun atas sistem lensa dan sejumlah sensori. Sementara jenis mata tunggal dapat juga dijumpai pada larfa serta limfa.

4. Dada

Toraks merupakan sebutan dari dada yang dimiliki oleh serangga. Sistem pernafasan yang dimiliki serangga terdapat di dalam toraks tersebut. tiraks atau dada yang dimiliki serangga terdapat tiga bagian, diantaranya:

  • Protoraks (segmen depan toraks)
  • Mesotoraks (segmen toraks tengah)
  • Metatoraks (segmen toraks belakang)

5. Kaki atau tungkai

Sementara tungkai atau kaki pada serangga terdiri dari 6 ruaas. Pembagian ruas-ruas kaki tersebut adalah:

  • Ruas dasar atau disebut dengan foksa
  • Ruas kesil biasanya terdiri dari dua ruas setelak koksa yang disebut dengan trokhater.
  • Ruas pertama yang memiliki ukuran panjang pada bagian tangkai disebut sebagai femur.
  • Bagian ruas kedua yang panjang adalah tibia.
  • Ruas-ruas kecil yang terletak setelah tibia adalah tarsus.
  • Terakhir kuku-kuku dengan struktur yang mempunyai bantalan disebut dengan pretarsus.

6. Perut

Serangga memiliki perut yang disebut dengan abdomen. Abdomen ini terdiri dari 11 segmen.

7. Alat reproduksi

Alat reproduksi pada serangga ini berperan sebagai kopulasi dan peletakkan telur. Kopulasi yang terdapat pada serangga jantan disebut dengan aedeagus yang berfungsi untuk menyalurkan spermatozoa dari testes. Sementara bagian reproduksi pada serangga betina dinamakan spermateka yang berfungsi sebagai penerima spermatozoa. Serangga akan mengalami metamorphosis atau perubahan bentuk. Dimana proses metamorphosis yang dialami hewan terdiri dari proses metamorphosis sempurna dan metamorphosis tidak sempurna. Akan tetapi bagi hewan serangga mempunyai rangkaian metamorphosis yang beragam.

Terdapat 4 tahap metamorphosis yang umumnya terjadi pada serangga, sebagai berikut:

  • Ametabola, digunakans ebagai sebutan untuk serangga yang tidak mengalami metamorphosis.
  • Paurometabola, istilah ini untuk sebutan bagi serangga mengalami metamorphosis secara bertahap.
  • Hemimetabola, merupakan sebutan untuk seranggaa yang mengalami metamorphosis tidak sempurna.
  • Holometabola, merupakan sebutan untuk jenis serangga yang megalami metamorphosis sempurna.

Keberadaan dari serangga telah tersebar di seluruh penjuru dunia. Terdapat ribuan spesies serangga yang telah teridentifikasi jenisnya. Para ilmuwan telah beresepakat mengelompokkan serangga dalam filum Antrophoda yang merupakan kelompok hewan dengan ciri utama kaki beruas. Spesies serangga ini juga telah dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu subfilum triolobita (serangga yang hidup di laut), subfilum chelicerata (serangga predator yang memiliki kelenjar racun), dan subfilum mandibulata (dikelompokkan dalan 3 golongan, crustacean, myriaphoda, dan insect).

Nah, itulah uraian tentang Peredaran Darah Pada Serangga Beserta Gambarnya semoga penjelasan tersebut bermanfaat dan menambah wawasan.

Related Posts