5 Jenis Iklim dan penjelasannya

Iklim adalah suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim merupakan kelanjutan dari hasil pencatatan keadaan cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, biasanya dalam waktu 26 tahun.

Setiap wilayah pada permukaan bumi berbeda karakter dengan wilayah lainnya. Lokasi berdasar garis lintang, fisiografi, lingkungan, atau kondisi atmosfernya berbeda memunculkan tipe iklim berlainan antar daerah pada permukaan bumi.

1. Klasifikasi iklim matahari

Dasar penghitungan dalam melakukan pembagian daerah iklim matahari adalah kedudukan dan pergeseran semu matahari yang memengaruhi banyaknya sinar matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Karena matahari selalu bergeser di antara lintang 231/¬¬2o LU sampai dengan 231/2o LS, terjadilah perbedaan penyinaran di permukaan bumi. Berikut pembagian daerah iklim berdasarkan letak garis lintang nya.

  • Iklim tropis          : daerah letak lintang antara 23,5o LU – 23,5o LS.
  • Iklim subtropis  : daerah dengan letak lintang antara 23,5LU – 40o LU dan 23,5o LS – 40o LS.
  • Iklim sedang       : daerah dengan letak lintang antara 40o LU – 66,5o LU dan 40o LS – 66,5o LS.
  • Iklim kutub         : daerah dengan letak lintang antara 66,5o LU – 90o LU dan 66,5o LS – 90o LS.

2. Iklim fisis

Iklim fisis adalah iklim yang pembagiannya di dasarkan pada kenyataan kondisi sebenarnya suatu daerah yang di sebabkan pengaruh lingkungan alamnya. Berikut jenis-jenis iklim fisis:

a. Iklim laut atau maritim.
b. Iklim darat atau kontinental.
c. Iklim daratan tinggi.

d. Iklim gunung dan pegunungan.
e. Iklim musim (muson).

3. Klasifikasi iklim menurut Koppen

Klasifikasi iklim menurut Koppen di dasarkan pada kombinasi antara temperatur udara dan curah hujan. Kedua unsur ini digunakan karena sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi.

4. Klasifikasi iklim menurut Junghuhn

Klasifikasi iklim menurut Junghuhn berdasarkan pada ketinggian suatu tempat dan jenis tumbuhan yang cocok tumbuh di suatu daerah.

5. Klasifikasi iklim menurut Schmidt dan Ferguson

Schmidt dan Ferguson mengklasifikasikan iklim dengan berdasarkan pada jumlah curah hujan setiap bulan dalam satu tahun yang dikenal dengan rasio bulan basah dan bulan kering. Tujuan dari klasifikasi Schmidt dan Ferguson adalah untuk memperoleh gambaran persebaran curah hujan sehubungan dengan usaha pertanian.

Related Posts