Contoh Basa Kuat dan Basa Lemah

Basa merupakan unsur kimia yang menjadi padanan senyawa asam. Ketika basa terlarut dalam air, unsur kimia yang satu ini akan menarik ion hidronium. Basa terbagi dua golongan yaitu basa kuat dan basa lemah. Dan pengertian dari basa kuat serta basa lemah tersebut akan menjadi ulasan pada postingan kali ini. Untuk lebih jelasnya lagi berkaitan dengan pengertian kedua basa tersebut mari kita simak saja paparan berikut ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya!

Basa Kuat

Basa kuat merupakan sejenis unsur sederhana yang bisa melakukan deprotonasi (menghapus ion hidrogen dari sebuah molekul guna membentuk basa konjugat) asam yang lemah pada suatu reaksi asam-basa. Misalnya yang paling lazim untuk basa kuat yaitu logam alkali tanah serta hidroksida dari logam alkali, misalnya Ca(OH)2 serta NaOH.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh dari basa kuat, diantaranya:

  • Natrium hidroksida (NaOH)
  • Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
  • Litium hidroksida (LiOH)
  • Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
  • Kalium hidroksida (KOH)
  • Rubidium hidroksida (RbOH)
  • Barium hidroksida (Ba(OH)2)
  • Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
  • Caesium hidroksida (CsOH)
  • Litium hidroksida (LiOH)
  • Natrium hidroksida (NaOH)
  • Kalium hidroksida (KOH)
  • Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
  • Rubidium hidroksida (RbOH)
  • Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
  • Sesium hidroksida (CsOH)
  • Barium hidroksida (Ba(OH)2)
  • Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
  • Berilium hidroksida Be(OH)2)

Kation untuk basa kuat tersebut berada dalam kelompok kesatu serta kedua dalam tabel periodik (alkali serta alkali tanah).

Asam yang memiliki pKa melebihi angka 13 dikategorikan lemah, serta basa konjugasi yang dimilikinya merupakan basa kuat.

Sebagian basa kuat misalnya kalsium hidroksida paling sulit larut dalam air. Hal tersebut tidak menjadi masalah – kalsium hidroksida tetap akan terionisasi sepenuhnya (100%) menjadi ion kalsium serta ion hidroksida. Kalsium hidroksida pasti dihitung selaku basa kuat sebab kalsium hidroksida 100% atau sepenuhnya terionisasi.

Menentukan pH basa kuat

Skema metode penentuan pH basa kuat

  • Tentukan konsentrasi ion hidroksida.
  • Gunakan Kw untuk menentukan konsentrasi ion hidrogen.
  • Ubahlah konsentrasi ion hidrogen ke bentuk pH.

Contoh

Untuk menentukan pH 0.500 mol larutan natrium hidroksida, karena natrium hidroksida bersifat ionik, tiap mol natrium hidroksida menghasilkan jumlah mol ion hidroksida yang sama dalam larutan.
[OH-] = 0.500 mol dm-3
Sekarang dapat menggunakan nilai Kw pada suhu larutan. Biasanya menggunakan 1.00 x 10−14 mol2 dm-6.
[H+] x [OH-] = 1.00 x 10-14
Hal ini berlaku jika air tersebut murni. Dengan demikian diperoleh nilai konsentrasi ion hidroksida, sehingga:
[H+] x 0.500 = 1.00 x 10-14
Setelah didapatkan nilai [H+], dan kemudian diubah menjadi pH, akan diperoleh pH 13,7.

Basa lemah

Basa lemah adalah larutan basa tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan.

Amonia adalah salah satu contoh basa lemah. Sudah sangat jelas amonia tidak mengandung ion hidroksida, tetapi amonia bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida.

Akan tetapi, reaksi berlangsung reversibel, dan pada setiap saat sekitar 99% amonia tetap ada sebagai molekul amonia. Hanya sekitar 1% yang menghasilkan ion hidroksida.

Berikut ini contoh basa lemah :

  • gas amoniak (NH3)
  • besi hidroksida (Fe(OH)2)
  • Hydroksilamine (NH2OH)
  • Aluminium hidroksida (Al(OH)3)
  • Ammonia hidroksida (NH4OH)
  • Metilamin hidroksida (CH3NH3OH
  • Etilamin hidroksida (C2H5NH3OH)
  • Karbosium hidroksida (CA(OH)3)
  • Nikel hidroksida (Ni(OH)2)
  • Seng hidroksida (Zn(OH)2)
  • Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)
  • Bismut hidroksida (Bi(OH)3)
  • Perak hidroksida (Ag(OH))
  • Emas (I) hidroksida (Au(OH))
  • Emas (III) hidroksida (Au(OH)3)
  • Tembaga (I) hidroksida (Cu(OH)2)
  • Tembaga (II) hidroksida (Cu(OH))
  • Raksa (I) hidroksida (Hg(OH))
  • Raksa (II) hidroksida (Hg(OH)2)
  • Timah (II) hidroksida (Sn(OH)2)
  • Timah (IV) hidroksida (Sn(OH)4)
  • Timbal (II) hidroksida (Pb(OH)2)
  • Mangan hidroksida (Mn(OH)2)
  • Kobalt (III) hidroksida (Co(OH)3)
  • Kobalt (II) hidroksida (Co(OH)2)
  • Anilia (C6H5NH2)
  • Dimetilamina ((CH3)2 NH)
  • Hidrasim (H2NNH2)
  • Hidroksilamida (HONH2)
  • Metilamina (CH3 NH2)
  • Urea (H2NCONH2)
  • Glukosa (C6H2O6)
  • Metil hidroksida (CH3OH)

Related Posts