5 Perbedaan paramagnetik dan diamagnetik

Perbedaan antara paramagnetik dan diamagnetik dapat dilihat dari sifat magnetisasi yang dimiliki oleh bahan. Berikut adalah perbedaan antara kedua jenis magnetik tersebut:

1. Sifat dasar:
– Paramagnetik: Bahan paramagnetik memiliki momen magnetik yang dapat diatur oleh medan magnet eksternal. Ketika ditempatkan di dalam medan magnet, bahan paramagnetik akan mengalami magnetisasi searah dengan medan magnet tersebut.
– Diamagnetik: Bahan diamagnetik memiliki momen magnetik yang berlawanan arah dengan medan magnet eksternal. Ketika ditempatkan di dalam medan magnet, bahan diamagnetik akan mengalami magnetisasi berlawanan arah dengan medan magnet tersebut.

2. Respons terhadap medan magnet eksternal:
– Paramagnetik: Bahan paramagnetik memiliki magnetisasi yang proporsional terhadap medan magnet eksternal. Artinya, semakin kuat medan magnet eksternal, semakin besar magnetisasi yang dialami oleh bahan paramagnetik.
– Diamagnetik: Bahan diamagnetik memiliki magnetisasi yang lemah dan hampir tidak terpengaruh oleh medan magnet eksternal yang lemah. Namun, ketika medan magnet eksternal menjadi lebih kuat, bahan diamagnetik akan mengalami magnetisasi yang berlawanan arah dengan medan magnet tersebut.

3. Penyebab:
– Paramagnetik: Sifat paramagnetik pada bahan disebabkan oleh adanya elektron yang memiliki spin tidak berpasangan dalam orbital atomik atau molekul. Elektron ini memiliki momen magnetik sendiri dan berperan dalam respons paramagnetik.
– Diamagnetik: Sifat diamagnetik pada bahan disebabkan oleh adanya pasangan elektron yang mengisi orbital atomik atau molekul secara berpasangan. Pasangan elektron ini cenderung membatalkan momen magnetik, sehingga bahan bersifat diamagnetik.

4. Contoh bahan:
– Paramagnetik: Contoh bahan paramagnetik adalah aluminium, tembaga, dan oksigen cair. Ketika ditempatkan di dalam medan magnet, bahan-bahan ini akan mengalami magnetisasi searah dengan medan magnet tersebut.
– Diamagnetik: Contoh bahan diamagnetik adalah air, emas, dan grafit. Ketika ditempatkan di dalam medan magnet, bahan-bahan ini akan mengalami magnetisasi berlawanan arah dengan medan magnet tersebut.

5. Kekuatan magnetisasi:
– Paramagnetik: Bahan paramagnetik memiliki magnetisasi yang relatif lebih kuat dibandingkan dengan bahan diamagnetik.
– Diamagnetik: Bahan diamagnetik memiliki magnetisasi yang relatif lebih lemah dibandingkan dengan bahan paramagnetik.

Dalam kesimpulan, perbedaan antara paramagnetik dan diamagnetik terletak pada sifat dasar, respons terhadap medan magnet eksternal, penyebab, contoh bahan, dan kekuatan magnetisasi. Bahan paramagnetik memiliki momen magnetik yang dapat diatur oleh medan magnet eksternal dan mengalami magnetisasi searah dengan medan magnet, sementara bahan diamagnetik memiliki momen magnetik yang berlawanan arah dengan medan magnet eksternal dan mengalami magnetisasi berlawanan arah.

Topik terkait

Related Posts