Asal Usul dan Migrasi Manusia Purba

Manusia purba diperkirakan telah ada dibumi pada kala pleistosen. Pada kala itu keadaan bui belum stabil: lapisan es meluas, iklim berubah-ubah, air laut turun-nai, dan gunung-gunung berapi meletus. Semua itu berpengaruh pada cara-cara hidup mahluk di bumi termasuk manusia.

Peristiwa itu merupakan tantangan besar bagi manusia yang hidup kala itu, menghadapi tantangan itu mereka harus bisa menyesuaikan diri terhadap bumi.

Dalam Proses menyesuaikan diri itu terjadi perubahan baik pada hewan maupun manusia, selain perubahan fisik, perubahan yang menonjol adalah perkembangan otak. Otak manusia semakin berkembang sejalan dengan tantangan hidup yang semakin kompleks.

Akal budi itulah yang membedakan manusia dengan mahluk-mahluk lain. dengan akal budinya manusia menciptakan berbagai macam alat sebagai sarana untuk membantu mereka bertahan hidup. kemampuan akal ini terus berkembang tahap demi tahap.

Seiring perkembangan fisik itu, mereka hidup berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain (migrasi), itu dilakukan untuk bertahan hidup, selain mencari daerah yang lebih nyaman dan hangat, juga untuk mendapatkan sumber-sumber makanan baru sebab pada masa itu manusia masih tergantung pada alam. pikiran dan kemampuan mereka masih sangat terbatas.

Bila tempat yang lama sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan makanan dan kenyamanan, mereka akan pindah. dengan kata lain cara bertahan hidup pada masa ini adalah food gathering (mengumpulkan makanan dari alam) dan belum memiliki kemampuan food producing (menghasilkan makanan sendiri). misalnya dengan bercocok tanam.

Meski demikian, kemampuan manusia terus berkembang hingga mampu menjinakan hewan dan bercocok tanam, peralatan yang digunakanpun semakin beragam.

Related Posts