Masa Keemasan Kesultanan Banten

Menginjak    abad    ke-17    Banten    mencapai    zaman keemasan. Daerahnya cukup luas. Setelah Sultan Abumufakir meninggal,  ia digantikan  oleh puteranya  bernama  Abumaali Achmad.  Setelah   Abumaali   Achmad, tampillah   sultan   yang   terkenal,   yakni Sultan Abdulfattah atau  yang lebih dikenal dengan nama  Sultan Ageng Tirtayasa.   Ia  memerintah  pada   tahun 1651 – 1682.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten terus mengalami kemajuan.  Letak Banten yang strategis mempercepat perkembangan dan kemajuan   ekonomi  Banten.  Kehidupan sosial budaya  juga mengalami  kemajuan.  Masyarakat  umum hidup dengan rambu-rambu budaya Islam. Secara politik pemerintahan Banten juga semakin kuat.

Perluasan wilayah kekuasaan terus dilakukan bahkan  sampai ke daerah  yang pernah  dikuasai Kerajaan Pajajaran. Namun ada   sebagian   masyarakat   yang  menyingkir  di  pedalaman Banten  Selatan  karena   tidak  mau  memeluk   agama   Islam.

Mereka   tetap   mempertahankan  agama   dan   adat   istiadat nenek  moyang.  Mereka  dikenal  dengan masyarakat  Badui. Mereka  hidup  mengisolir  diri di tanah   yang  disebut  tanah Kenekes.  Mereka menyebut dirinya orang-orang Kejeroan.Dalam bidang  kebudayaan, seni bangunan mengalami perkembangan. Beberapa jenis bangunan yang masih tersisa, antara   lain,  Masjid Agung  Banten,  bangunan keraton   dan gapura-gapura.

Kesultanan Banten merupakan kerajaan maritim dan mengandalkan perdagangan dalam menopang perekonomiannya. Monopoli atas perdagangan lada di Lampung, menempatkan penguasa Banten sekaligus sebagai pedagang perantara dan Kesultanan Banten berkembang pesat, menjadi salah satu pusat niaga yang penting pada masa itu. Perdagangan laut berkembang ke seluruh Nusantara, Banten menjadi kawasan multi-etnis. Dibantu orang Inggris, Denmark dan Tionghoa, Banten berdagang dengan Persia, India, Siam, Vietnam, Filipina, Cina dan Jepang.

Masa Sultan Ageng Tirtayasa (bertahta 1651-1682) dipandang sebagai masa kejayaan Banten. Di bawah dia, Banten memiliki armada yang mengesankan, dibangun atas contoh Eropa, serta juga telah mengupah orang Eropa bekerja pada Kesultanan Banten. Dalam mengamankan jalur pelayarannya Banten juga mengirimkan armada lautnya ke Sukadana atau Kerajaan Tanjungpura (Kalimantan Barat sekarang) dan menaklukkannya tahun 1661. Pada masa ini Banten juga berusaha keluar dari tekanan yang dilakukan VOC, yang sebelumnya telah melakukan blokade atas kapal-kapal dagang menuju Banten.

 

Related Posts