Apa yang menyebabkan berakhirnya era Demokrasi Terpimpin dan dimulainya era Orde Baru?

Apa yang menyebabkan berakhirnya era Demokrasi Terpimpin dan dimulainya era Orde Baru?

Jawab:

Berakhirnya era Demokrasi Terpimpin dan dimulainya era Orde Baru di Indonesia dapat dikaitkan dengan serangkaian peristiwa yang terjadi pada periode tersebut. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perubahan politik ini antara lain:

  1. Gerakan 30 September (G30S/PKI): Pada 30 September 1965, terjadi Gerakan 30 September yang dipicu oleh ketegangan politik dan sosial yang berkembang dalam era Demokrasi Terpimpin. Gerakan ini melibatkan sekelompok perwira militer dan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan kudeta gagal dan membunuh beberapa jenderal Angkatan Darat. Gerakan ini menjadi pemicu utama perubahan politik di Indonesia.

  2. Reaksi Anti-Komunis dan Pembantaian Massal: Setelah G30S, terjadi reaksi anti-komunis yang meluas di Indonesia. Orang-orang yang dituduh terlibat atau terafiliasi dengan PKI menjadi target penangkapan, penahanan, dan pembunuhan massal oleh kelompok anti-komunis. Pembantaian massal ini menyebabkan jatuhnya reputasi PKI dan kehilangan dukungan terhadap Presiden Soekarno.

  3. Kudeta Militer dan Kekuasaan Soeharto: Pada Maret 1966, Jenderal Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), memimpin kudeta militer yang menggulingkan Presiden Soekarno. Soeharto mengambil alih kekuasaan dan membentuk pemerintahan baru yang dikenal sebagai Orde Baru.

  4. Rezim Otoriter Orde Baru: Dalam era Orde Baru, Soeharto mendirikan rezim otoriter yang didasarkan pada kestabilan politik dan pembangunan ekonomi. Pemerintahan baru ini mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan politik, ekonomi, dan masyarakat. Soeharto mendirikan Partai Tengah (Golkar) yang menjadi partai politik dominan, sedangkan partai-partai lain terbatas dalam peran dan kegiatan politik mereka.

  5. Pembatasan Kebebasan Politik dan Oposisi: Era Orde Baru ditandai dengan pembatasan kebebasan politik dan oposisi. Partai-partai politik dan organisasi masyarakat terkontrol secara ketat, dan oposisi politik yang kritis dikekang. Pemerintah Soeharto juga menggunakan aparatus keamanan untuk menindas dan mengintimidasi kritikus politik.

Peristiwa-peristiwa ini, termasuk G30S/PKI, reaksi anti-komunis, kudeta militer, dan pendirian rezim Orde Baru, bersama-sama membawa akhir era Demokrasi Terpimpin dan memulai periode baru dalam sejarah politik Indonesia. Era Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998, ketika Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden setelah tekanan massa dan protes mahasiswa yang besar.

Topik terkait

Apa saja kebijakan politik yang diterapkan dalam era Demokrasi Terpimpin?

Related Posts